Standar Akuntansi untuk Laporan Keuangan Panti Asuhan

Sat, 19/10/2019

Panti asuhan merupakan lembaga sosial nirlaba yang menampung, mendidik, dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu, dan anak terlantar. Sebagaimana dilihat dari difinisinya, panti asuhan merupakan salah satu entiitas nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosial atau not profit oriented. Panti Asuhan juga salah satu entitas yang menggunakan dan harus menerapkan SAK 45. Karena panti asuhan merupakan salah satu entitas yang non profit oriented, tidak mencari laba dan untuk kegiatan sosial.

Entitas Nirlaba merupakan entitas yang tidak berorientasi dengan profit yang sesuai dengan PSAK 45. Walaupun tidak berorintasi laba namun tetap bertanggungjawab atas SDM yang digunakana. Entitas nirlaba tidak ada profit atau laba. PSAK 45 diatur di SAK UMUM dan SAK ETAP sehingga jadi standar akuntansi entitas komersial. Pada praktik akuntabilitas organisasi nirlaba di Indonesia terdapat beberapa permasalahan seperti dana hibah yang dilaporkan tidak sesuai standar akan disalahgunakan. Sumber daya nirlaba berasal dari penyumbang yang tidak mengharapkan feedback. Berbeda dengan entitas bisnis yang mana pemegang saham menghendaki feedback. Nirlaba juga menghasilkan barang dan jasa tidak untuk memupuk laba, tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada entitas bisnis lainnya yang artinya kepemilikan tidak dapat dijual, dialihkan atau ditebus. Nirlaba tidak bisa dilikuidasi dan tidak bisa dibagikan kekayaannya saat dibubarkan, karena sudah jadi milik entitas.

Tujuan utama menyusun laporan keuangan yakni menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang atau donator dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi entitas nirlaba. Yang membedakan pada laporan keuangan entitas nirlaba yakni terdapat beberapa pengelompokkan untuk akun asset, yakni asset netto terikat dan tidak terikat.

Peraturan lain yang tidak dimuat di peraturan ini diatur di SAK UMUM dan SAK ETAP. Yang artinya entitas yang tidak memiliki akuntabilitas public tidak memiliki kewajiban pertanggungjawaban laporan keuangan kepada publik.

Berikut merupakan bagian dari Laporan Keuangan untuk Entitas Nirlaba yakni :

  1. Laporan Posisi Keuangan
  2. Laporan Aktivitas
  3. Laporan Arus Kas

Para pengguna laporan keuangan panti asuhan juga memiliki kepentingan layaknya pengguna laporan keuangan di entitas bisnis, yang membedakan hanyalah isi laporan keuangannya dan orientasi tujuan entitas didirikan, untuk menilai beberapa hal, yakni :

  1. Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa organisasi terkait,
  2. Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer.