DASAR PENYUSUNAN LK ORGANISASI NIRLBA

Sat, 21/12/2019

Pondok Pesantren Modern (PPM) sudah mulai menjamur di Indonesia, dengan tujuan mulia yaitu mencetak cendikiawan yang berakhlaqul karimah. PPM sendiri berdiri dengnan kompleksitas organisasi yang tinggi dan diperlukan pertanggungjawaban untuk setiap unit-unit serta kegiatan yang diselenggarakan. Hal ini mengharuskan PPM untuk menyusun laporan keuangan yang baik dan benar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Namun, dari beberapa riset yang telah kami lakukan secara garis besar terdapat permasalahan dalam  menyajikan Laporan Keuangan sesuai yang diperkenankan SAK.

 

Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu entitas pada periode akuntansi yang dapat memberikan informasi mengenai gambaran kinerja entitas tersebut. Laporan keuangan juga disebut sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan. Kedua hal ini perlu dibedakan antara pengertian laporan keuangan dan pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaa dan penyampaian informasi keuangan. Aspek tersebut antara lain penyusun standar, badan pengawas, peraturan yang berlaku dan entitas pelaporan.

 

Laporan keuangan merupakan medium dalam menyampaikan informasi baik bagi pihak eksternal maupun internal entitas. Laporan yang digunakan untuk pihak eksternal dan internal terdiri dari Laporan Posisi keuangan, Laporan Aktivitas/Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus kAs dan Catatan atas Laporan Keuangan. Selain itu laporan keuangan yang dapat membantu pihak manajemen dalam mempertanggungjawabkan kinerja nya sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya disusun dalam Laporan Realisasi Kegiatan dan Laporan Perubahan Sisa Kas.

 

Penyusunan Laporan Keuangan pondok pesantren sendiri sudah diatur dalam akuntansi pondok pesantren yang telah di launching oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Bank Indonesia (BI). Pedoman akuntansi ini diluncurkan untuk menjawab permasalahan yayasan atau dalam hal ini pondok pesantren yang kesulitan dalam meyusun laporan keuangan. Didalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sendiri sebenarnya telah diatur mengenai hal ini pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45 tentang Nirlba. PSAK 45 menjelaskan pengaturan pelaporan organisasi nirlaba secara umum, sedangkan pedoman akuntansi pondok pesantren yang disusun oleh IAI dan BI tersebut merupakan rincian atau detail peraturannya dengan mempertimbangkan seluruh aspek permasalahan yang terjadi di organisasi nirlaba khususnya pondok pesantren.